BOJONEGORO, GEMATI – Kepedulian nyata kembali
ditunjukkan oleh jajaran keluarga besar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten
Bojonegoro. Di tengah musim kemarau yang masih berdampak pada sebagian wilayah,
aksi gotong royong melalui penggalangan dana mandiri terus berlanjut.
Hari ini, Selasa (29/9/2026), estafet distribusi air bersih kembali digulirkan
ke sejumlah desa yang membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan data bidang terkait, distribusi air bersih pada hari ini difokuskan
ke empat desa dengan kapasitas masing-masing satu tangki berukuran 8.000 liter.
Adapun titik sasaran dropping air hari ini meliputi: Desa Balongcabe (1
tangki/8.000 liter), Desa Ngrandu (1 tangki/8.000 liter), Desa Kendung (1
tangki/8.000 liter) dan Desa Kesongo (1 tangki/8.000 liter).
Aksi kemarau ini melengkapi rangkaian penyaluran tahap sebelumnya yang secara
konsisten dilakukan secara bertahap sejak akhir pekan lalu, mulai dari Dusun
Tegaron, Kecamatan Tambakrejo, Desa Sumuragung, hingga Desa Bogangin, Kecamatan
Sumberrejo. Aksi ini sebagai bentuk respons cepat internal pegawai terhadap
krisis air bersih warga.
Memantik Semangat Kolaborasi dan Kepedulian Lintas OPD
Langkah murni yang lahir dari swadaya para karyawan dan karyawati Dinsos
Bojonegoro, ini tidak sekadar meringankan beban warga penerima manfaat. Namun
lebih dari itu, aksi ini membawa pesan moral yang kuat, yakni kepedulian sosial
dapat dimulai dari lingkungan birokrasi terdekat.
Semangat gotong royong yang digelorakan oleh Kepala Dinsos Kabupaten
Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, beserta seluruh staf ini diharapkan mampu
menjadi pemantik dan inspirasi bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya
di lingkup Pemkab Bojonegoro. Di tengah kompleksitas tantangan pelayanan
publik, kolaborasi dan kepekaan sosial menjadi kunci utama.
Harapannya, aksi solidaritas ini tidak berhenti sebagai kegiatan sektoral
semata, melainkan menjelma menjadi Gerakan Bersama lintas instansi. ’’Ketika
kepedulian dirajut bersama, beban masyarakat yang terdampak kekeringan tentu
akan terasa jauh lebih ringan untuk dipikul,’’ kata Kadinsos Bojonegoro, Agus
Susetyo Hardiyanto.
Dia mengungkapkan, krisis air akibat kekeringan sebagai dampak kemarau adalah
ujian bersama. Disanalah nurani serta semangat pengabdian aparatur pemerintah
diuji untuk hadir langsung memberi solusi di tengah-tengah warga yan
membutuhkan. ***
Wartawan: Suryadi Akhmad/Dinsos

0 Komentar